Tulisan Baru

Showing posts with label Nasional. Show all posts

Friday, 17 November 2017

Simbur Naik 15112017

Kobaran Api Di Desa Simbur Naik, 15/11/2017
Kampung yang begitu damai bagi kami segenap pemuda pemudi simbur naik, suara anak-anak yang bermain ketika sore hari membuat begitu indah kampung kami, hampir setiap waktu shalat masjid-masjid mengumandangkan tartil qur'an menjelang azan tiba, begitu damai kampung kami.

Kekeluargaan yang begitu kental dalam keseharian kami, hubungan kekeluargaan dan asseddi seddingeng sangat terjalin baik antar warga, tentu ini semua bukan sesuatu hal yang instan, jauh sebelumnya ketika kami masih anak-anak atau bahkan mungkin kami belum menghirup udara segar kampung kami,orang tua kami sudah menanamkan budaya asseddi-seddingeng lo ri adecengeng'e terbukti simbur naik selalu menjadi desa idola di Kabupaten Tanjung jabung Timur.

Suasana Pasca Kebakaran Desa Simbur Naik dari Udara
Sumber Foto Arman
Masjid Raya Al-ittihad menjadi bukti real assedi seddingeng warga simbur naik lo riadecengeng'e, masjid yang menjadi ikon di desa yang mayoritas orang bugis ini, banyak yang bilang masjid kuba emas karena memang kuba masjid yang berwarna kuning emas, masjid yang dibangun dengan swadaya masyarakat simbur naik ini menjadi pemersatu Simbur Naik.


Dalam aspek Sosial, desa yang berada di daerah pasang surut ini, ada suatu kebiasaan masyarakat ketika satu keluarga mengadakan kegiatan pernikahan, aqiqah ataupun kegiatan lainnya, masyarkat lain berdoyong-doyong untuk membantu sohibul hajat dalam mempersiapkan segala macam kebutuhan hajatan. ini kalau mau dilihat mungkin karena ini budaya dari tanah ogi (sulawesi selatan) yang mampu bersinergi dengan budaya melayu jambi.

Foto dari Udara Area Kebakaran Simbur Naik
Sumber Foto Arman
Beberapa hari yang lalu tepatnya rabu dini hari 15/11/2017, kampung yang damai ini diberikan cobaan oleh Allah Swt, dengan musibah kebakaran yang menimpah lebih kurang 75 Unit Bangunan Rumah rata dengan tanah. malam yang mencekam si jago merah itu mengamuk seperti singa yang memangsa mangsanya, sehingga hanya dalam waktu sekejap saja 75 rumah ini ludes dibakar api.

Ya Robb lebih kurang 21 tahun yang lalu kampung kami engkau timpah musiba yang serupa, Sungguh segala yang ada pada  diri kami semuanya Milik-Mu, dan tentu pasti akan kembali kepada-Mu. tidak ada kehendak di atas kehendak-Mu. musibah ini kami yakin pasti kehendakmu ya rob , Kami hanya makhluk tak berdaya ketika Engkau timpakan musibah ini Ya Robb,
Ya Allah Engkau yang mengenggam nyawa kami, Engkau yang menitipkan harta benda kepada kami, dan sekejap Engkau mengambilnya kembali apa yang menjadi Milikmu.
Foto dari Udara diambil dari Dusun Pancasila
Sumber Foto Arman


Maafkan kami ya Allah, yang tidak pandai mensyukuri nikmatmu selama Engkau titipkan harta benda ditangan kami, enggan menggunakannya untuk jalan kebaikan, Padahal Engkau berikan semuanya kepada kami, agar semakin banyak kebaikan yang bertebaran di bumi simbur naik khususnya.

Semoga musibah yang menimpah keluarga besar kami di Simbur Naik ini menjadi bahan muhasabah bagi kami semua dan berikan selalu ketabahan dan kekuatan menghadapi segala bentuk musibah yang engkau turunkan di muka bumi ini ya Allah.

Kami yaqin ya Allah, "La yukallifullah illa Wus'aha" setiap Musibah yang engkau berikan kepada hambamu merupakan ujian untuk menaiki maqom mahmuda atau sebaliknya menjadi hina sehinanya. Bimbinglah kami selalu dijalanmu ya Allah untuk menggapai ridho dan berkahanmu serta baldatun thoyyibatun warobbun ghofur.

Friday, November 17, 2017 Posted by jusmail 0

Saturday, 6 May 2017

Seminar Nasional “Reaktualisasi Nilai-Nilai Budaya Untuk Menghadapi Bonus Demografi” diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Mahasiswa Bone Yogyakarta (FKMB-Y)

Foto Bersama Para Pembicara Seminar Nasional
Bertepatan Hari Kamis, tanggal 27 April 2017, pukul 9.30 WIB Forum Komunikasi Mahasiswa Bone Yogyakarta mengadakan satu kegiatan Seminar Nasional dalam rangka memperingati hari jadi Bone ke-687, tema yang diangkat dalam seminar nasional ini “Reaktualisasi Nilai-Nilai Budaya Untuk Menghadapi Bonus Demografi”, Seminar Nasional ini di selenggarakan di Ruang Interaktif Center Fakultas Sosial Humaniora UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Seminar Nasional Kebudayaan menghadirkan 3 pembicara yang membawakan materi, diantaranya : Prof. Dr. M. Mukhtasar Syamsuddin, yang mengangkat tentang Quo vadis bonus demografi di Indonesia telaah filsafat terhadap dampak-dampak  yang akan timbulkan , menurut pemaparan mantan dekan Fakultas Filsafat UGM ini, Pertumbuhan penduduk usia kerja yang lebih pesat dibanding dengan pertumbuhan penduduk muda memberikan peluang untuk mendapatkan Bonus Demografi. Selain itu, menurutnya, bonus demografi sangat berkaitan dengan isu kependudukan yang kemudian mengintervensi ekonomi.
Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yaitu jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) mencapai sekitar 70 persen, Sedang 30 persen penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun) yang akan terjadi pada tahun 2020-2030. Di Era sekarang ini manusia sebagai pengembang pengetahuan dan kebudayaan, tapi sangat ironis manusia sebagai pencipta teknologi justru menjadi objek oleh teknologi (Smartphone) seharusnya kita menjadi subjek teknologi.

Pemateri Kedua Dr. Mustadin Taggala, M.S.i membahas Potensi dan Tantangan Pemuda Menghadapi Bonus Demografi 2020, menurut Dosen Kelahiran Cendrana Kabupaten Bone ini. Dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia tercatat bahwa pelajar/mahasiswa mempunyai peranan yang sangat penting, diantaranya Kebangkitan Nasional tahun 1908, Sumpah Pemuda tahun 1928, Proklamasi  Kemerdekaan NKRI tahun 1945, Lahirnya Orde Baru tahun 1966, Reformasi tahun 1998. Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa dalam peristiwa-peristiwa besar tersebut Pelajar/mahasiswa tampil di depan sebagai motor penggerak dengan berbagai gagasan, semangat dan idealisme yang mereka miliki. Mahasiswa didukung oleh modal dasar yang mereka miliki, yaitu: intelegensi, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian untuk menyatakan kebenaran. Dengan kompetensi yang mereka miliki tersebut mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mampu menyuarakan kepentingan rakyat, mampu mengkritisi kebijakan-kebijakan yang koruptif, dan mampu menjadi watch dog lembaga-lembaga negara dan penegak hukum.

Dosen Sekaligus Kaprodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga ini juga memaparkan beberapa tantangan Generasi Muda diantaranya :
1) Korupsi belum mampu secara efektif di hilangkan, 2) Organisasi Transnasional mengintai Pancasila dan NKRI, (ISIS dll.),  3) MEA sebagai ancaman atau peluang Kesejahteraan Bangsa, 4) MEA Juga menjadi hal yang sesegera mungkin direspon secara konstruktif, 5) Kerukunan Bangsa masih Sesekali memercikkan Konflik Horizontal,  6) Exploitation risk : persoalan ketenaga kerjaan yang menimpa masyarakat yang tidak siap bekerja (low-skill) & dan yang sedang marak adalah “eksploitasi ideologi” yang menyebabkan banyak anak muda memilih masuk dalam situasi pertentangan politik negara lain atas nama agama, misalnya perang antar ummat Islam di Syiria dll, 7) Competition risk : selain komoditi yang diproteksi akan semakin berkurang, negara kita akan dilanda tenaga kerja terampil, yang pastinya akan menekan akses pekerjaan midle-up bagi kalangan pribumi terutama usia produktif, kondisi terparahnya bisa berupa akses kerja semakin menyempit khususnya pada tenaga fresh graduate.
Menurut Mantan Wakil Ketua FKMB-Y (2004-2005) dan Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Indonesia ini (2013-2016), relevansi modalitas Kultural Menghadapi Bonus Demografi Masyarakat Bugis memiliki modal kultural yang cukup untuk berkompetisi, yaitu Nilai Budaya “siri”-“ripakasiri”- “masiri”. Siri memiliki dimensi kultural, spritual dan sangat psikologis, Sumber seseorang ripakasiri ada dua yaitu orang lain dan diri sendiri, Orang yang masiri harus melakukan ritual kultural dalam bahasa psikologi disebut “self healing”.
Pemaparan pemateri ke-tiga oleh Dr. Mustaqim Pabbaja, M.A memaparkan tentang “Revitalisasi Cultural Heritage Sebagai Strategi Dalam Menghadapi Bonus Demografi”, menurut Dekan Fakultas Pendidikan Universitas Teknologi Yogyakarta ini, Kebudayaan Lokal/Daerah sebagai “sumber” bagi kecerdasan kolektif dalam merumuskan tindakan strategis bagi Indonesia dan dunia, Kebudayaan Lokal/Daerah sebagai “fasilitas” dalam mengakses pengetahuan atau kecerdasan kolektif untuk kepentingan akademik dan kebijakan menghadapi tantangan “Bonus Demografi”.

Fungsi Revitalisasi Cultural Heritage pertama , 1) mendorong transformasi masyarakat berkiblat pada “kode moral” budaya local, 2) Memberi legitimasi simbolik bagi kemajuan bersama dalam orientasi (kolektivisme), 3) Menjalankan fungsi kritik sosial (evaluasi atas suatu keabsahan kebijakan) atas praktik sosial dalam penataan wilayah/daerah. Menurut Doktor muda ini, nilai budaya diterjemahkan untuk menghadapi bonus demografi melalui daya nalar kreativitas dan daya cipta, berfikir untuk mempekerjakan orang dan membangkitkan kearipan lokal, sehingga nilai-nilai kebudayaan tidak terkikis begitu saja, seiring perkembangan zaman.

Dari rangkaian seminar tadi, ketiga pembicara sepakat bahwa bonus demografi adalah anugerah yang perlu dikelola dengan baik. Perencanaan kebijakan harus mendukung agar bonus demografi tersebut tidak menjadi bencana. Agar bonus demografi tidak menjadi bencana, maka yang diperlukan adalah peningkatan kemampuan intelektual atau kompetensi yang baik. Saat ini, Negara kita telah memasuki era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), bonus demografi telah didepan mata. Oleh sebab itu, perlunya kebijakan pemerintah yang berpihak pada pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia.

Saturday, May 06, 2017 Posted by jusmail 0

Tuesday, 17 January 2017

Pasar Senhtir Yogyakarta



Pasar Senhtir yang berlokasi di area parkiran selatan pasar bringharjo, pasar ini hanya buka pada malam hari, itupun jika cuaca malam cerah, karena tidak ada kios layaknya pasar-pasar pada umumnya. Pasar yang dipenuhi oleh para pedagang yang menjajalkan dagangnya dari berbagai elemen masyarakat di sekitar jogja, bahkan mahasiswa yang sedang menempuh kuliah dijogja pun kadang ikutan berjualan sekalipun tentu cara berjualan berbeda apalagi terkadang keuntungannya diperuntuhkan untuk kegiatan sosial. 


Menurut penuturan Pak Ngatemin Indro selaku ketua paguyuban pedagang pasar senthir, siapapun bisa berjualan disini hanya cukup membayar retribusi Rp.15.000 perbulan dan tentu tempat berjualanya  sudah ditata dengan penomoran lokasi, yang terdata sekarang dalam paguyuban pasar senthir menurut informasi dari bapak yang berumur 60 tahun ini sekitar 300 pedagang. 

Pasar sentir memang punya cerita tersendiri dalam mewarnai malam kota pendidikan dan kota wisata ini karena berbagai macam barang yang dijual, mulai dari kebutuhan dapur, pakaian, elektronik, sepatu, buku-buku, baut-baut , barang-barang antik dan masih banyak lagi yang lainnya. Mungkin yang lebih menjadi daya tariknya adalah rata-rata barang yang dijual super murah karena rata-rata barang bekas yang terkadang bagi kita menjadi tidak berguna dan sudah kita buang ke tong sampah, namun jadi keberkahan sendiri bagi para pedagang di pasar senthir.



Beberapa Foto yang kami sempat dokumentasikan ketika berkunjung ke pasar senthir













Tuesday, January 17, 2017 Posted by jusmail 0

Wednesday, 2 September 2015

Ada Jembatan “Gentala Arsy” di Desa Simbur Naik Tanjung Jabung Timur Jambi?

Jika anda pernah menginjakkan kaki di Desa Simbur Naik tepatnya ke Dusun Karya Desa Simbur Naik Kec.Muara Sabak Timur Kab.Tanjung Jabung Timur Jambi, pasti anda akan disuguhkan dengan pemandangan jembatan yang bagi masyarakat Dusun Karya biasa menyebutnya Gentala Arsy Simbur Naik, Bagaimana tidak, disebut Gentala Arsy oleh masyarakat simbur naik, kondisi jembatan yang jauh dari kelayakan sebagai jembatan utama yang menghubungkan Dusun Utama dengan Dusun Karya Desa Simbur Naik, kodisinya yang ironis bias lihat Foto Red.Jus
           
                                  (foto : Kondisi Jembatan Dilihat Dari Dusun Karya)
  
 (Foto : Terlihat Kondisi Jembatan yang miring dan berkelok Mirip "Gentala Arsy")
                             (Foto : Perbaikan Jembatan dengan swadaya masyarakat )
Jembatan yang hampir setiap tahunnya diperbaiki dengan menggunakan swadaya masyarakat setempat, namun jika kita gali lebih jauh lagi kebelakan jembatan ini menjadi pusat transfortasi utama di Desa Simbur Naik, dengan kondisi jembatan seperti ini sudah banyak korban yang mengalami kecelakaan sampai jatuh bersama motornya ke sungai yang membelah desa simbur naik ini akibat infrastruktur jembatan yang jelek, ironisnya sudah ada beberapa Rumah yang hanyut terbawa arus deras nya sungai sejak tahun 2010, rumah ini berdiri di tepian seberang sungai  Dusun karya Desa Simbur Naik, Tepatnya 28 Agustus 2013 kami Sempat mewawancarai salah seorang penghuni rumah di tepian sungai dekat jembatan “Gentala Arsy” sebelum rumahnya hanyut ketika itu, namun sekarang sudah rata dengan air jika air sungai pasang , beliau adalah ibunda Hj.Hade, seorang janda tua yang mengait rezeki dengan memarut kelapa bulat dan berjualan pisang dan berbagai hasil bumi lainnya, Hj.Hade yang sekarang memilih untuk pindah ke kampung sebelah yaitu Nipah Panjang, daril wawancara kami dengan beliau (Hj.Hade), padahal ditahun itu ada bantuan bedah rumah dari pemerintah setempat namun seharusnya beliau (Hj.Hade ) dikategorikan masyarakat yang tepat untuk mendapatkan bantuan itu beliau tidak mendapatkan, ada sepenggal  wawancara kami dengan beliau lihat Video Red.Jusmail  https://youtu.be/mLw678jbHOQ
Itu salah satu cerita yang dapat kami tuangkan dalam tulisan ini, semoga pemerintah setempat lebih memperhatikan lagi kesejahtraan warganya,sehingga tidak ada lagi hj.hade yang baru. Entah Sampaikan keluhan demi keluhan kami akan didengar oleh pemerintah Tanjung Jabung Timur, satu kesyukuran kami sebagai warga  Desa Simbur naik yang dulunya terkenal dengan gelar desa lumbung padi infrastruktur jalan ke jambi mulai dari dusun cendrawasi sampai ke jalan utama menuju Provinsi Jambi sudah di aspal dan jembatannya sudah beton semua, kami teringat dengan tulisan kami sekitar 3 tahun silam mengenai infrastruktur jalan di desa simbur naik, baca Infrastruktur Jalan yang Tak Kunjung Tuntas di Desa Simbur Naik, Jambi di KOMPASIANA
Sekarang kami berkicau lagi semoga dengan kicauan kami ini ada respon positif dari pemerintah setempat, kicauan kami mengenai Infrastruktur jalan khususnya jalan utama di pasar Desa Simbur Naik yang semua masyakarat mengeluhkan ,Karena jika terjadi hujan maka jalan utama pasar desa simbur naik ini mirip dengan bekas jalan kerbau yang penuh dengan lumpur.
(Foto : Kondisi Jalan di Dusun Utama Desa simbur Naik jika setelah turun Hujan)
Kami sebagai putra-putri desa simbur naik hanya berharap semoga tulisan kami ini dibaca masyakarat banyak, sehingga dengan tulisan ini kami ini menyampaikan kepada dunia khususnya pemerintah Indonesia bahwa masih ada desa yang terisolir pembangunan infrastruktur jembatan dan jalannya,harapannya menjadi bahan kritikan kepada pemda setempat untuk menyukseskan pembangunan infrasktruktur di pedesaan yang menjadi program pemerintahan jokowi dengan mengelontkan Dana Sebesar 1,4 M per Desa melalui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi  , Baca http://nasional.kompas.com/read/2014/12/05/21092581/Dana.Desa.Senilai.Rp.1.4.Miliar.Diperkirakan.Cair.Mulai.April.2015
Semoga dengan realisasi program ini menjadikan desa simbur naik salah satu desa yang mampu merasakan program ini, kami sebagai putra-putri desa simbur naik dan semua elemen masyarakat  berhak dan wajib untuk mengawal program ini demi termujudnya Desa yang maju dengan infrastruktur yang bagus akan menunjang prekonomian yang baik pula.
Harapan kami semoga akhir tahun 2015 ini tidak ada lagi korban yang jatuh ke sungai akibat infrakstruktur jembatan “gentala Arsy “ ala Simbur Naik ,tidak ada lagi rumah yang berada ditepian sungai simbur naik yang hanyut terbawa arus sungai yang membela desa simbur naik, terakhir harapan kami semoga tahun ini juga segera di infrakstruktur jalan utama didesa simbur naik dibangun layaknya jalan utama di desa-desa lain yang ada di Kab.Tanjung Jabung Timur Jambi.


Wednesday, September 02, 2015 Posted by jusmail 0

Tuesday, 26 March 2013

Desa Simbur Naik Memborong Tropi Juara Pada Mtq Tingkat Kecamatan Muara Sabak Timur


Setelah MTQ tingkat desa simbur naik berakhir pada tanggal 12 agustus 2012, tentu perjuangan para pemenang dari berbagai macam cabang lomba di MTQ tingkat Desa Simbur Naik, tidak berhenti disitu saja, namun masih ada perjuangan yang jauh lebih berat yaitu berjuang demi desa tercinta Simbur Naik di ranah MTQ tingkat kecamatan Muara Sabak Timur Kab.Tanjung Jabung Timur Jambi yang diselenggarakan pada tanggal 26 Agustus 2012 di Desa Kota Harapan.

Beragam cabang yang dilombakan dalam MTQ tingkat kecamatan ini yang diikuti oleh 10 Desa dianatranya: Desa Alang-Alang, Desa Kota Harapan, Desa Kota Raja, Desa Kuala Simbur, Desa Lambur, Desa Lambur I, Desa Lambur II, Desa Muara Sabak Ilir, Desa Muara Sabak Ulu, Desa Siau Dalam, Desa Simbur Naik, Desa Sungai Ular.
Dari delegasi peserta lomba yang beragam di setiap cabang perlombaan dalam MTQ Tingkat Kecamatan Muara Sabak Timur 2012 .

Dua minggu adalah waktu yang singkat untuk persiapan lomba MTQ yang tarapnya tingkat Kecamatan, namun dengan semangat yang penuh dengan keikhlasan yang didedikasikan demi desa tercinta Simbur Naik, Alhamdulillah Desa Simbur Naik berhasil memborong 11 piala.
TABLE PRESTASI PESERTA MTQ TINGKAT KECAMATAN UNTUK KAFILAH DESA SIMBUR NAIK
CABANG LOMBA
KATAGORI
JUARA
TARTIL
PUTRI
PERTAMA
TILAWAH
ANAK-ANAK PUTRA
PERTAMA
TILAWAH
ANAK-ANAK PUTRI
KEDUA
TILAWAH
REMAJA PUTRA
PERTAMA
TILAWAH
REMAJA PUTRI
PERTAMA
TILAWAH
DEWASA PUTRA
KETIGA
FAHMIL QUR’AN
-
PERTAMA
SYAHRIL
-
KETIGA
BARZANJI
PUTRA
KETIGA
BARZANJI
PUTRI
KEDUA
QOSIDAH REBANA
-
KETIGA
Dari hasil perolehan medali yang digapai oleh kafilah desa simbur naik, maka kafilah desa simbur naik berhasil menyandang predikat juara umum pada MTQ tingkat kecamatan Muara Sabak Timur Tahun 2012.

Seluruh lapisan masyarakat Desa simbur naik patut bangga dengan prestasi para putra-putri daerah dalam MTQ tingkat Kecamatan Muara Sabak Timur Tahun 2012 ini, semoga predikat juara umum yang disandang oleh desa simbur naik pada mtq tingkat kecamatan ini tidak menyurutkan semangat, potensi skill dan kreatifitas para juara di Event MTQ selanjutnya, semoga bisa go Nasional dan international amin
Tuesday, March 26, 2013 Posted by jusmail 0

Tradisi MTQ di Desa Simbur Naik



Sudah lima ramadhan suasana religy yang kurasakan di desa yang begitu terisolir menurut pandangan beberapa orang, namun dibalik itu semua ada nuansa yang betul-betul menggugah iman dan kebersamaan masyarakat desa simbur naik, yah desa simbur naik itulah sebuah desa yang terdaftar di 12 deretan desa di Kecamatan muara sabak timur di Kabupaten tanjung jabung timur Provinsi Jambi.

Suasana Ramadhan yang begitu akrab dengan masyarakat dan dengan dibumbui acara MTQ (musabaqoh tilawatil qur’an) tingkat Desa simbur naik, dan alhmdulillah antusias dan semangat masyarakat simbur naik tebukti dengan dana MTQ yang murni dipungut dari swadaya masyarakat dapat berjalan dengan lancar terlebih lagi MTQ ini menjadi tradisi yang diadakan setiap bulan suci ramadhan, semoga senantiasa mendapat keberkahan dari Allah swt.

MTQ yang diikuti oleh Dusun Utama, Dusun Karya, Dusun Pancasila, Dusun Cendrawasi, Dusun Merpati. Meski hanya beberapa cabang yang dilombakan namun tingkat semangat para peserta dari masing-masing delegasi perdusun, terbukti dengan cabang yang dilombakan, banyak peserta mulai dari cabang kaligrafi, cabang tartil tingkat anak-anak,cabang tartil tingkat remaja,cabang azan,tilawah remaja,dan tilawah dewasa putra-putri.
Seiring dengan rangkaian lomba dari beberapa cabang yang dilombakan, bertepatan dengan tanggal 12 Agustus 2012 pengumuman para pemenang dari berbagai macam cabang yang dilombakan maka Dusun Karya keluar lagi sebagai pemenang juara umum MTQ tingkat desa Simbur Naik yang tahun ini di laksanakan di Dusun Pancasila, jadi sudah 3 kali berturut-turut Dusun Karya sebagai pemenang Juara Umum MTQ tingkat Desa Simbur Naik.

Semoga MTQ tingkat desa simbur naik ini sebagai ajang pemersatu desa dan sebagai wadah menampung seluruh kreativitas putra-putri daerah simbur naik baik di bidang seni islam maupun di aspek lainnya amin, sehingga desa simbur naik dapat mengembalikan kifrahnya sebagai desa tauladan amin ya rabbal ‘alamin.
Tuesday, March 26, 2013 Posted by jusmail 0